Tampilkan postingan dengan label opening. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label opening. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 April 2010

Ada Apa Dengan Bumiku ? part 2

Sesampai nya aku di stasiun Jakarta Gambir , kami langsung menuju ke sebuah penginapan . Semua sedang beristirahat , kecuali aku .

Aku masih memikirkan , “kenapa bumi ku ? mana bumiku yang lama ?” . rasa ingin tahuku membara pada saat itu juga . Jadi , aku langsung tancap ke Perpustakaan terdekat . aku menemukan nya tidak jauh dari penginapan , jaraknya sekitar 100 meter dari penginapan .

aku masuk dan segera mencari buku yang aku cari . setengah jam berlalu , aku menemukan buku yang tepat . 2 buah buku . tidak begitu tebal . tapi aku langsung meminjamnya dan bergegas kembali ke penginapan .

sampai di penginapan , aku membaca semua buku-buku itu . judulnya “Ada Apa dengan Bumi Kita ?” . setelah aku baca semuaya , aku sadar dan ingin menyadarkan semua orang . maka dari itu , aku membuat blog ini !

Ada Apa Dengan Bumi Kita ? part 1


Hmm , suatu hari , aku jalan-jalan ke Jakarta naik kereta api . tujuannya siih , berlibur . yang jelas aku pergi ke Jakarta naik kereta api . di perjalanan menuju Jakarta , aku liat banyaaaaaaaaaak banget tumpukan sampah , asap-asap kendaraan dan pabrik , sungai yang air nya , hiiii , jorok deh !

terus juga , kadangkala aku lewat pedesaan yang sangaaaaaaat hijau . sungainya bersih , tak ada asap beracun sama sekali , dan juga udaranya segaaaaaaaar sekali . berbeda jauh dengan pemandangan di kota . aku ingiiin sekali bumi ku menjadi seperti dulu . udara nya segar , tidak ada sampah berserakan . yang ada hanya lah padang rumput yang terhampar luas . aku ingin tau . mengapa bumi ku berubah ? mana bumi ku yang dulu ??

Dalam perjalanan itu juga , hati ku ingin menyampaikan Sepenggal Kata Untuk Bumiku …

“Pagi itu, kurasakan suatu hal yang berbeda

Tak kurasakan sinar matahari yang masih hangat

Tak kurasakan angin berdesir membelai lembut rambutku

Tak kurasakan ada pohon yang bergoyang seiring gerakan angin

Yang kurasakan ini sesuatu yang berbeda

Kurasakan sinar matahari yang tak lagi bersahabat

Kurasakan angin tidak lagi membelai rambutku

Kurasakan tak ada lagi angin yang mengajak pohon untuk bergoyang bersamanya

Ke mana Bumiku yang sejuk ?

Aku berjalan, dan terus berjalan

Kemudian yang kulihat berbeda dari apa yang biasa kulihat

Tak kulihat pohon-pohon yang melindungiku dari sinar matahari

Tak kulihat sungai-sungai yang mengalir dengan cepat

Yang kulihat hanyalah gedung-gedung tinggi

Yang kulihat hanyalah pohon-pohon yang sudah tidak berdahan

Yang kulihat hanyalah sungai yang keruh dan mampat

Karena tersumbat oleh sampah-sampah

Ke mana Bumiku yang bersih dan asri ?

Miris hatiku melihatnya

Melihat ulah tangan-tangan nakal manusia

Entah bagaimana ibu pertiwi masih bisa bertahan sampai saat ini

Entah bagaimana Bumi kita masih bisa menjadi tempat tinggal kita

Tuhan, apakah harapanku ini salah ?

Apakah keinginanku ini terlalu besar ?

Aku hanya ingin bumiku kembali hijau

Aku hanya ingin bumiku yang dulu kembali lagi”